NewsRoom

The Journey of Javanesia
May, 02 2008

Kupu-kupu yang lucu, kemana engkau pergi Hilir mudik mencari, bunga-bunga yang mekar

Adalah menjadi ulat, mungkin saja membuat kulit kita NGERI dan GATAL. Tapi kupu-kupu ‘membalasnya’ dengan memberi keindahan komposisi
warna pada sayap-sayapnya yang indah. Satu hal yang bisa kita ambil,
sinergi kodrati ulat menjadi kupu-kupu adalah pengejawantahan hubungan
yang saling melengkapi. Ulat belum disebut “sukses” ketika gagal
menjadi kupu-kupu. Sementara kupu-kupu tak bisa langsung menjelma
dengan segala keapikannya, tanpa menjadi ulat sebelumnya.

Kupu-kupu
kemudian bersinergi dengan bunga, untuk menghasilkan buah dan bunga
yang apik dan segar. Kupu-kupu memberi pelajaran, bagaimana menjadi
berguna untuk makhluk lain. Kaca benggala yang bisa kita ambil,
melakukan banyak hal, mempunyai banyak kepandaian, kecerdikan,
kekayaan, dan cinta, tak akan berguna ketika kita tidak melihat orang
lain merasakannya. Kita harus berbuah bukan untuk diri sendiri, tapi
juga orang lain. Betapa pun kecilnya buah yag kita hasilkan. Kupu-kupu
tak pernah egois. Belajar sederhana dari alam…. so i am
javaneese